Selamat datang di blog kami, dapatkan informasi seputar Kesehatan, Berita Artis Terbaru, Zodiak, Ramalan Bintang, Berita Bola, Prediksi Bola, Prediksi Togel, Olahraga, Musik, Foto Artis, Kata Mutiara, Puisi Cinta.

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Senin 27 Oktober 2014

Diposkan oleh THE JHOMS on Thursday, October 23, 2014

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Senin 27 Oktober 2014, Prediksi togelPrediksi togel hari iniPrediksi angka jitu togelRamalan togel, semua bisa agan dapatkan disini.

Buat agan-agan yang ingin share atau berbagi info prediksi togel hari ini senin 27 oktober 2014 silakan meninggalkan komentar agan pada komentar di bawah. Kira-kira berapa angka yang akan keluar hari ini menurut perhitungan dan prediksi togel agan. Tetap semangat dalam berfikir dan semoga sukses selalu.

Angka ikut untuk Kepala, Ekor, Colok bebas jitu prediksi togel: 7890, Colok Bebas Jitu: 9
More aboutPrediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Senin 27 Oktober 2014

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Minggu 26 Oktober 2014

Diposkan oleh THE JHOMS

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Minggu 26 Oktober 2014, Prediksi togelPrediksi togel hari iniPrediksi angka jitu togelRamalan togel, semua bisa agan dapatkan disini.

Buat agan-agan yang ingin share atau berbagi info prediksi togel hari ini minggu 26 oktober 2014 silakan meninggalkan komentar agan pada komentar di bawah. Kira-kira berapa angka yang akan keluar hari ini menurut perhitungan dan prediksi togel agan. Tetap semangat dalam berfikir dan semoga sukses selalu.

Angka ikut untuk Kepala, Ekor, Colok bebas jitu prediksi togel: 3784, Colok Bebas Jitu: 8
More aboutPrediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Minggu 26 Oktober 2014

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Sabtu 25 Oktober 2014

Diposkan oleh THE JHOMS

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Sabtu 25 Oktober 2014, Prediksi togelPrediksi togel hari iniPrediksi angka jitu togelRamalan togel, semua bisa agan dapatkan disini.

Buat agan-agan yang ingin share atau berbagi info prediksi togel hari ini sabtu 25 oktober 2014 silakan meninggalkan komentar agan pada komentar di bawah. Kira-kira berapa angka yang akan keluar hari ini menurut perhitungan dan prediksi togel agan. Tetap semangat dalam berfikir dan semoga sukses selalu.

Angka ikut untuk Kepala, Ekor, Colok bebas jitu prediksi togel: 2783, Colok Bebas Jitu: 3
More aboutPrediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Sabtu 25 Oktober 2014

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Kamis 23 Oktober 2014

Diposkan oleh THE JHOMS

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Kamis 23 Oktober 2014, Prediksi togelPrediksi togel hari iniPrediksi angka jitu togelRamalan togel, semua bisa agan dapatkan disini.

Buat agan-agan yang ingin share atau berbagi info prediksi togel hari ini kamis 23 oktober 2014 silakan meninggalkan komentar agan pada komentar di bawah. Kira-kira berapa angka yang akan keluar hari ini menurut perhitungan dan prediksi togel agan. Tetap semangat dalam berfikir dan semoga sukses selalu.

Angka ikut untuk Kepala, Ekor, Colok bebas jitu prediksi togel: 3612, Colok Bebas Jitu: 6
More aboutPrediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Kamis 23 Oktober 2014

Cerita Dewasa | Cerita Hot - Cerita Ngentot Sama Adik Dan Kakak

Diposkan oleh THE JHOMS on Sunday, October 19, 2014

Cerita Dewasa | Cerita Hot - Cerita Ngentot Sama Adik Dan Kakak
Kira-kira tiga bulan kemudian, Pak Candra kembali
mengunjungiku dan memintaku agar mengajar Sara kembali.
Tentu saja aku menerimanya dengan antusias sekali. Sudah
terbayang rutinitas dengan Sara akan terulang kembali.
Ternyata Sara bilang sama teman-temannya kalau dia bisa
begitu karena belajar denganku. Akhirnya Sari dan Rina
memintaku mengajarinya. Karena jadwalnya ketat, akhirnya
kuputuskan Senin, Rabu, Jum'at aku mengajari Sari dan Rina.
Karena rumah Rina lebih dekat dengan rumahku, maka aku
minta Sari yang datang ke rumah Rina. Selasa, Kamis, Sabtu
aku mengajar Sara. Sedangkan jamnya adalah sama, dari
jam 4 sampai jam 6 sore. Permainanku dengan Sara tidak
perlu kuceritakan disini. Karena ini jatahnya Ketty, Sari dan
Rina.
Cerita Dewasa - Pertama, aku akan ceritakan tentang Ketty
dulu. Ketty itu orangnya agak bongsor. Kalau dia sedang
berpakaian biasa, bukan pakaian sekolah, orang pasti
mengira dia sudah SMP atau SMA. Hanya sifatnya masih
kekanak-kanakan. Maklum masih kelas 6 SD. Tingginya
hampir sama dengan kakaknya. Begitu juga dengan body-
nya. Bukit kembarnya kira-kira sudah sebesar kakaknya.
Sebesar bola tennis. Hanya wajahnya agak bulat bila
dibandingkan dengan kakaknya. Itu saja. Yang lain hampir
mirip dengan kakaknya. Jadi bisa dibilang bidadari kecil.
Masih ingat ketika Ketty memergoki aku dan kakaknya
sedang bertempur..? Rupanya dia tidak bisa melupakan hal
tersebut. Dia sering bertanya ke kakaknya, apa yang
dilakukan. Tentu saja kakaknya bingung menjawabnya.
Akhirnya Sara menyerahkan kepadaku untuk menjawabnya.
Dan Ketty memendam pertanyaan itu sampai dia punya
waktu berdua denganku.
Setiap aku mengajar Sara dan bertemu Ketty, dia sering
mencuri pandang ke arahku. Dan setiap aku memandangnya,
dia membuang muka. Malu. Sampai di suatu waktu, saat aku
akan mengajar Sara, ternyata Sara tidak ada di rumah. Yang
ada hanya Ketty dan pembantu-pembantunya. Ibunya
seperti biasa sedang ke Pakistan. Sedang ayahnya, tadi
telepon dan bilang pulangnya malam, karena ada pertemuan
dengan orang Belanda.
"Sara kemana Ket..?"
"Tadi pagi Ketty liat dia bawa ransel besar. Katanya dia mau
Persami di Cibubur. Pulangnya Minggu sore."
"Lho dia kok enggak bilang sama Mas yaa..?"
"Yaa.., mana Ketty tahu Mas..!"
"Ya udah.., Mas pulang dulu yaa..?"
"Eehh, tunggu dulu Mas.., Ketty mau minta tolong nicchh..?"
"Tolong apa..?" tanyaku.
"Ketty mau nonton, tapi kok gambarnya jelek banget."
"Ok deh.., mana videonya..?"
"Ada di kamar Ketty. Yuk ke kamar Ketty..!" katanya sambil
menggandeng tanganku.
Ketty saat itu memakai daster rumah. Cukup tipis. Aku bisa
lihat bayangan celana dalamnya. Saat dia menarik tanganku,
aku sempat melirik ke dadanya. Dia tidak memakai kaos
dalam atau BH. Karena aku bisa melihat segumpal daging
putih dari lubang lengannya yang agak lebar. Walaupun dia
masih anak-anak, tapi melihat itu aku merasa batang
kemaluanku mengeras.
Sesampainya di kamar, aku kembali terkagum-kagum.
Kamarnya sama persis sekali dengan kamar kakaknya. Ini
baru kamar anak-anaknya, bagaimana dengan kamar orang
tuanya..? Aku berkeliling melihat-lihat, masuk ke kamar
mandinya. Lho.., sepertinya aku pernah lihat. Ternyata kamar
mandinya bisa tembus ke kamar kakaknya. Jadi satu kamar
mandi dipakai berdua. Pintunya terhalang sekat, jadi aku
tidak tahu kalau ada pintu satu lagi.
"Mas kok muter-muter sih..? Khan kamar Ketty sama seperti
kamarnya Kakak." katanya agak kesal.
"Ini lho videonya yang rusak..!" sambungnya.
Aku lalu jongkok di depan videonya. Dia ikut-ikutan jongkok
di sampingku. Aku hidupkan, masukkan video, ternyata mau
jalan. Tapi gambarnya jelek sekali, begitu juga suaranya. Aku
lihat kabel gambarnya. Ooo.., kabelnya hampir putus
dimakan tikus.
"Kett, ini lhoo kabelnya hampir putus dimakan tikus." kataku.
Mendengar kata tikus, ternyata dia kaget dan langsung
memelukku. Aku yang tidak menyangka akan dipeluk begitu,
jadi jatuh terguling. Secara refleks aku menangkap tubuhnya,
sehingga dia jatuh di atasku. Terasa daging kenyal itu
menyentuh dadaku. Dia bangkit dengan wajah merah
padam.
"Maaf Mas.., enggak sengaja. Jadi di kamar Ketty ada
tikusnya..?" dia bertanya.
"Ya.., mungkin aja. Ini buktinya, kabelnya dimakan tikus.
Kamu beli aja racun tikus. Kamu ada kabel lain..?" tanyaku.
"Coba aku cari di gudang." katanya sambil berlalu keluar
kamar.
Cerita Dewasa - Sementara aku menunggu dia mencari
kabel, aku berpikir, "Mungkin enggak ya.. Ketty mengintip
perbuatanku dengan kakaknya dari kamar mandi..?"
"Kalau iya terus kenapa..? Ah.., sebodo amat ah.. kok jadi aku
yang pusing."
Lalu pandanganku melihat ke bawah rak TV, ada buku kecil.
Aku ambil. Aku kaget lagi. ANY ARROW..! (bacaan stensilan
tentang hubungan sex).
"Punya siapa ya..? Apa mungkin punya dia..? Dia kan masih
kecil..?" batinku.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki. Cepat-cepat
kusembunyikan lagi buku itu.
"Ini ada Mas, tapi lebih panjang." katanya.
"Enggak apa-apa. Sini Mas coba..!" kataku.
"Kamu mau nonton film apa siihh..?" tanyaku sambil
memasang kabel.
"Mickey mouse Mas. Kata temenku bagus." katanya sambil
memperhatikanku memasangkan kabel.
Setelah itu aku coba. Nah.. gambar dan suaranya jadi bagus.
"Mas.., temenin nonton yaahh..! Ketty enggak ada temen
niihh."
"Lho.., biasanya Kamu juga sendirian." balasku.
"Mas khan jadwalnya disini sampai jam 6 sore, kadang-
kadang lebih. Sekarang masih jam 4 lewat 10 Mas." rajuknya.
"Iyaa deehh..," aku mengalah.
Aku duduk di karpet bersandar ke tempat tidur. Ketty duduk
di sebelahku. 10 menit berlalu. Tiba-tiba gambarnya berubah
menjadi adegan sepasang manusia sedang berciuman.
"Kok gambarnya jadi begini..?" tanyaku.
"Enggak tau Mass..!" sahutnya sambil matanya terus melihat
ke TV.
Adegan di TV semakin panas, kulirik dia. Wajahnya merah
padam, nafasnya sudah semakin cepat, tetapi matanya
tetap ke TV. Wajahnya jadi semakin cantik. Aku tidak tahan,
maka kurangkul dia. Aku cium rambutnya, pipinya, lalu
keningnya, hidungnya, matanya. Dia pasrah kucium begitu.
Tanganku pun langsung meremas susunya. Sudah agak keras
dan putingnya sudah terasa.
"Aaahh.., Mass.., Ketty mauu Mass..!" rintihnya.
Aku sedikit kaget, "Ketty mau apa..?" tanyaku.
"Mau seperti Kakak Sara. Aaahh, Maass.., sshshhs..!"
"Ketty sering mengintip Mas sama Kakak sedang maiin.."
sambungnya.
Deg..! Jantungku seperti berhenti. Gawat niihh..!
Kulepaskan ciuman dan pelukkanku. Aku pandangi dia.
"Beneerr Ketty sering ngintip..?" tanyaku.
"Iyaa.., pertama waktu Ketty di kamar, Ketty dengar suara
Kakak agak aneh, takut Kakak sakit, lalu Ketty masuk.
Ternyata Mas sedang berantem sama Kakak telanjang bulat.
Ketty lari." katanya terbata-bata.
"Ketty tanya sama Kakak, tapi Kakak enggak mau ngomong.
Terus Ketty tanya sama temen. Kata temen, Kakakmu itu
sedang ngentot." sambungnya.
"Terus setiap Kakak bersuara aneh begitu, Ketty ngintip dari
kamar mandi. Ketty perhatiin kayaknya Kakak keenakan,
bukannya kesakitan." sambungnya lagi.
Aku diam saja. Tiba-tiba, "Maas.., Mas mau khan ngentot
sama Ketty..?" tanyanya polos.
Terus terang saat itu aku bingung, akhirnya, "Ket, bukannya
Mas enggak mau. Tapi Ketty khan masih kecil."
"Kakak juga..! Kakak baru 13 tahun jalan 14, aku kan 2 bulan
lagi 12 tahun." balasnya sengit.
"Kalau Mas enggak percaya, lihat nich..!" sambungnya sambil
membuka dasternya.
Maka terpampanglah dua bukit kembarnya yang baru
tumbuh. Bentuknya bulat. Sangat indah dengan puting kecil
berwarna coklat muda kemerahan. Pinggulnya sudah sama
seperti kakaknya. "Oke.. Oke.., Mas mau. Tapi Ketty harus
janji ya, jangan bilang sama Kakak..!" sahutku.
Siapa yang tidak mau ditawari perawan bidadari kecil yang
lagi nafsu.
"Iyaa Mass.., Ketty janji..!"
"Eh.. pintunya dikunci dulu doongg.., nanti kalau ada yang
masuk gimana..?" kataku.
Dia pergi mengunci pintu.
Cerita Dewasa - Aku jadi teringat Titin. Dia juga dulu baru 12
tahun saat pertama kusetubuhi. Tetapi bentuk badannya
jauh lebih bagus badannya Titin. Lebih putih dan lebih
terawat.
"Aku harus super hati-hati memperlakukan Dia..!" pikirku.
Harus tahap demi tahap.
Dia datang mendekatiku. Langsung kupeluk dia, aku
pandangi mukanya, aku tatap matanya. Ada kesan pasrah
dimatanya. Aku cium matanya, dia terpejam. Aku cium
pipinya, keningnya, kukecup hidung, lalu makin mendekati
mulutnya. Bibirnya pasrah menerima bibirku tanpa
perlawanan. Aku selusupkan lidahku disela-sela giginya.
Mulutnya sedikit membuka. Lidahku mulai menari-nari di
lidahnya. Mulut dan ludahnya manis. Dia mulai menghisap
lidahku. Lalu lidahnyapun mulai bergerak-gerak. Mulai
melawan lidahku. Tangan kiriku masih mengelus2
punggungnya, tangan kananku dilehernya. Suasana hening,
hanya desah napas kami yang terdengar. Kulepas ciumanku,
kutatap matanya. Matanya sayu, nafasnya naik sudah agak
memburu. Lalu tiba-tiba dia mencium bibirku dengan ganas.
Pindah kemataku, lalu pipiku. Wajahku basah oleh ludahnya.
Ciumanku kuturunkan ke lehernya. Dia menengadahkan
kepalanya. Tangan kananku pun mulai meraba susunya.
Kuusap-usap perlahan sampai puting kecilnya menonjol
keras. Bergantian kiri dan kanan.
"Aaahh.., Maass.., eennaakk.. Maass..! Aaahh..!" dia mulai
mengeluarkan suara desahan.
Lalu kugendong dia, kurebahkan ke tempat tidur.
Kupandangi lagi tubuhnya. Seakan tidak percaya kalau
bidadari kecil ini rela menyerahkan tubuhnya. Kupandangi
susunya, betul-betul sempurna bentuknya, dengan puting
kecil kemerahan yang menonjol di bukit putih mulus dengan
guratan tipis urat-urat susunya. Payudara gadis mungil kecil
yang belum tersentuh oleh jamahan lelaki manapun. Kucium
bukitnya, dari lembah sampai mendekati puncaknya.
Tanganku meremas yang satunya. Begitu berulang-ulang.
Aaahh wanginya. Wangi khas perawan muda.
"Aahh.., Mass..! Aadduuhh..! Shshshsh..!" tubuhnya
menggeliat sambil dadanya disorongkan ke atas, kedua
tangannya menekan kepalaku ke dadanya.
Cerita Dewasa - Tanganku yang satu mulai menelusuri
betisnya, naik secara perlahan-lahan ke arah pangkal
pahanya. Bergantian kiri dan kanan. Terkadang kuremas
perlahan pantatnya. Setiap kuremas, pantatnya terangkat ke
atas. Lalu tanganku mulai mengelus-ngelus bibir
kemaluannya dari luar CD cream-nya. Terasa lembab sekali.
Pahanya mulai membuka lebar, seakan meminta tanganku
untuk berbuat lebih jauh. Kuselusupkan tanganku ke dalam
CD-nya. Kuselusuri garis lubang kewanitaannya dengan jari
tengahku. Naik-turun, naik-turun. Lalu jariku kuselipkan ke
celah hangatnya. Basah. Kuputar perlahan-lahan, sambil
kucari-cari kedele-nya. Pantatnya bergerak seirama
tanganku. Naik turun, ke kiri ke kanan.
"Adduuhh.. Mass..! Eenaakk Maass..! Aaahh..!" desahnya
terus-menerus.

Cerita Ngentot Sama Adik Dan Kakak
More aboutCerita Dewasa | Cerita Hot - Cerita Ngentot Sama Adik Dan Kakak

Cerita Dewasa | Cerita Sex Ngentot Putri Sulung

Diposkan oleh THE JHOMS

Cerita Dewasa | Cerita Sex Ngentot Putri Sulung – Belum lama ini aku
kembali bertemu Nana (bukan nama sebenarnya). Ia kini
sudah berkeluarga dan sejak menikah tinggal di Palembang.
Untuk suatu urusan keluarga, ia bersama anaknya yang
masih berusia 6 tahun pulang ke Yogya tanpa disertai
suaminya. Nana masih seperti dulu, kulitnya yang putih,
bibirnya yang merah merekah,
Rambutnya yang lebat tumbuh terjaga selalu di atas bahu.
Meski rambutnya agak kemerahan namun karena kulitnya
yang putih bersih, selalu saja menarik dipandang, apalagi
kalau berada dalam pelukan dan dielus-elus. Perjumpaan di
Yogya ini mengingatkan peristiwa sepuluh tahun lalu ketika
ia masih kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di Yogya.
Selama kuliah, ia tinggal di rumah bude, kakak ibunya yang
juga kakak ibuku. Rumahku dan rumah bude agak jauh dan
waktu itu kami jarang ketemu Nana.
Aku mengenalnya sejak kanak-kanak. Ia memang gadis yang
lincah, terbuka dan tergolong berotak encer. Setahun setelah
aku menikah, isteriku melahirkan anak kami yang pertama.
Hubungan kami rukun dan saling mencintai. Kami tinggal di
rumah sendiri, agak di luar kota. Sewaktu melahirkan, isteriku
mengalami pendarahan hebat dan harus dirawat di rumah
sakit lebih lama ketimbang anak kami. Sungguh repot harus
merawat bayi di rumah. Karena itu, ibu mertua, ibuku sendiri,
tante (ibunya Nana) serta Nana dengan suka rela bergiliran
membantu kerepotan kami. Semua berlalu selamat sampai
isteriku diperbolehkan pulang dan langsung bisa merawat
dan menyusui anak kami.
Hari-hari berikutnya, Nana masih sering datang menengok
anak kami yang katanya cantik dan lucu. Bahkan, heran
kenapa, bayi kami sangat lekat dengan Nana. Kalau sedang
rewel, menangis, meronta-ronta kalau digendong Nana
menjadi diam dan tertidur dalam pangkuan atau gendongan
Nana. Sepulang kuliah, kalau ada waktu, Nana selalu mampir
dan membantu isteriku merawat si kecil. Lama-lama Nana
sering tinggal di rumah kami. Isteriku sangat senang atas
bantuan Nana. Tampaknya Nana tulus dan ikhlas membantu
kami. Apalagi aku harus kerja sepenuh hari dan sering pulang
malam. Bertambah besar, bayi kami berkurang nakalnya.
Nana mulai tidak banyak mampirke rumah. Isteriku juga
semakin sehat dan bisa mengurus seluruh keperluannya.
Namun suatu malam ketika aku masih asyik menyelesaikan
pekerjaan di kantor, Nana tiba-tiba muncul.
“Ada apa Na, malam-malam begini.”
“Mas Danu, tinggal sendiri di kantor?”
“Ya, Dari mana kamu?”
“Sengaja kemari.”
Nana mendekat ke arahku. Berdiri di samping kursi kerja.
Nana terlihat mengenakan rok dan T-shirt warna
kesukaannya, pink. Tercium olehku bau parfum khas remaja.
“Ada apa, Nana?”
“Mas… aku pengin seperti Mbak Tari.”
“Pengin? Pengin apanya?” Nana tidak menjawab tetapi
malah melangkah kakinya yang putih mulus hingga berdiri
persis di depanku. Dalam sekejap ia sudah duduk di
pangkuanku.
“Nana, apa-apaan kamu ini..” Tanpa menungguku selesai
bicara, Nana sudah menyambarkan bibirnya di bibirku dan
menyedotnya kuat-kuat. Bibir yang selama ini hanya dapat
kupandangi dan bayangkan, kini benar-benar mendarat
keras. Kulumanya penuh nafsu dan nafas halusnya
menyeruak. Lidahnya dipermainkan cepat dan menari lincah
dalam rongga mulutku. Ia mencari lidahku dan menyedotnya
kuat-kuat. Aku berusaha melepaskannya namun sandaran
kursi menghalangi. Lebih dari itu, terus terang ada rasa
nikmat setelah berbulan-bulan tidak berhubungan intim
dengan isteriku. Nana merenggangkan pagutannya dan
katanya, “Mas, aku selalu ketagihan Mas. Aku suka
berhubungan dengan laki-laki, bahkan beberapa dosen telah
kuajak beginian. Tidak bercumbu beberapa hari saja rasanya
badan panas dingin. Aku belum pernah menemukan laki-laki
yang pas.”
Kuangkat tubuh Nana dan kududukkan di atas kertas yang
masih berserakan di atas meja kerja. Aku bangkit dari duduk
dan melangkah ke arah pintu ruang kerjaku. Aku mengunci
dan menutup kelambu ruangan.
“Na.. Kuakui, aku pun kelaparan. Sudah empat bulan tidak
bercumbu dengan Tari.”
“Jadikan aku Mbak Tari, Mas. Ayo,” kata Nana sambil turun
dari meja dan menyongsong langkahku.
Ia memelukku kuat-kuat sehingga dadanya yang empuk
sepenuhnya menempel di dadaku. Terasa pula penisku yang
telah mengeras berbenturan dengan perut bawah pusarnya
yang lembut. Nana merapatkan pula perutnya ke arah
kemaluanku yang masih terbungkus celana tebal. Nana
kembali menyambar leherku dengan kuluman bibirnnya yang
merekah bak bibir artis terkenal. Aliran listrik seakan
menjalar ke seluruh tubuh. Aku semula ragu menyambut
keliaran Nana. Namun ketika kenikmatan tiba-tiba menjalar
ke seluruh tubuh, menjadi mubazir belaka melepas
kesempatanini.
“Kamu amat bergairah, Nana..” bisikku lirih di telinganya.
“Hmmm… iya… Sayang..” balasnya lirih sembari mendesah.
“Aku sebenarnya menginginkan Mas sejak lama… ukh…”
serunya sembari menelan ludahnya.
“Ayo, Mas… teruskan..”
“Ya Sayang. Apa yang kamu inginkan dari Mas?”
“Semuanya,” kata Nana sembari tangannya menjelajah dan
mengelus batang kemaluanku. Bibirnya terus menyapu
permukaan kulitku di leher, dada dan tengkuk. Perlahan
kusingkap T-Shirt yang dikenakannya. Kutarik perlahan ke
arah atas dan serta merta tangan Nana telah diangkat tanda
meminta T-Shirt langsung dibuka saja. Kaos itu kulempar ke
atas meja. Kedua jemariku langsung memeluknya kuat-kuat
hingga badan Nana lekat ke dadaku. Kedua bukitnya
menempel kembali, terasa hangat dan lembut. Jemariku
mencari kancing BH yang terletak di punggungnya. Kulepas
perlahan, talinya, kuturunkan melalui tangannya. BH itu
akhirnya jatuh ke lantai dan kini ujung payudaranya
menempel lekat ke arahku. Aku melorot perlahan ke arah
dadanya dan kujilati penuh gairah. Permukaan dan tepi
putingnya terasa sedikit asin oleh keringat Nana, namun
menambah nikmat aroma gadis muda.
Tangan Nana mengusap-usap rambutku dan menggiring
kepalaku agar mulutku segera menyedot putingnya. “Sedot
kuat-kuat Mas, sedooottt…” bisiknya. Aku memenuhi
permintaannya dan Nana tak kuasa menahan kedua kakinya.
Ia seakan lemas dan menjatuhkan badan ke lantai berkarpet
tebal. Ruang ber-AC itu terasa makin hangat. “Mas lepas…”
katanya sambil telentang di lantai. Nana meminta aku
melepas pakaian. Nana sendiri pun melepas rok dan celana
dalamnya. Aku pun berbuat demikian namun masih kusisakan
celana dalam. Nana melihat dengan pandangan mata sayu
seperti tak sabar menunggu. Segera aku menyusulnya,
tiduran di lantai. Kudekap tubuhnya dari arah samping
sembari kugosokkan telapak tanganku ke arah putingnya.
Nana melenguh sedikit kemudian sedikit memiringkan
tubuhnya ke arahku. Sengaja ia segera mengarahkan
putingnya ke mulutku.
“Mas sedot Mas… teruskan, enak sekali Mas… enak…”
Kupenuhi permintaannya sembari kupijat-pijat pantatnya.
Tanganku mulai nakal mencari selangkangan Nana.
Rambutnya tidak terlalu tebal namun datarannya cukup
mantap untuk mendaratkan pesawat “cocorde” milikku.
Kumainkan jemariku di sana dan Nana tampak sedikit
tersentak. “Ukh… khmem.. hsss… terus… terus,” lenguhnya
tak jelas. Sementara sedotan di putingnya kugencarkan,
jemari tanganku bagaikan memetik dawai gitar di pusat
kenikmatannya. Terasa jemari kanan tengahku telah
mencapai gumpalan kecil daging di dinding atas depan
vaginanya, ujungnya kuraba-raba lembut berirama. Lidahku
memainkan puting sembari sesekali menyedot dan
menghembusnya. Jemariku memilin klitoris Nana dengan
teknik petik melodi.
Nana menggelinjang-gelinjang, melenguh-lenguh penuh
nikmat. “Mas… Mas… ampun… terus, ampun… terus
ukhhh…” Sebentar kemudian Nana lemas. Namun itu tidak
berlangsung lama karena Nana kembali bernafsu dan
berbalik mengambil inisitif. Tangannya mencari-cari arah
kejantananku. Kudekatkan agar gampang dijangkau, dengan
serta merta Nana menarik celana dalamku. Bersamaan
dengan itu melesat keluar pusaka kesayangan Tari.
Akibatnya, memukul ke arah wajah Nana. “Uh… Mas… apaan
ini,” kata Nana kaget. Tanpa menunggu jawabanku, tangan
Nana langsung meraihnya. Kedua telapak tangannya
menggenggam dan mengelus penisku.
“Mas… ini asli?”
“Asli, 100 persen,” jawabku.
Nana geleng-geleng kepala. Lalu lidahnya menyambar cepat
ke arah permukaan penisku yang berdiameter 6 cm dan
panjang 19 cm itu, sedikit agak bengkok ke kanan. Di bagian
samping kanan terlihat menonjol aliran otot keras. Bagian
bawah kepalanya, masih tersisa sedikit kulit yang
menggelambir. Otot dan gelambiran kulit itulah yang
membuat perempuan bertambah nikmat merasakan
tusukan senjata andalanku.
“Mas, belum pernah aku melihat penis sebesar dan
sepanjang ini.”
“Sekarang kamu melihatnya, memegangnya dan
menikmatinya.”
“Alangkah bahagianya MBak Tari.”
“Makanya kamu pengin seperti dia, kan?”
Nana langsung menarik penisku. “Mas, aku ingin cepat
menikmatinya. Masukkan, cepat masukkan.”
Nana menelentangkan tubuhnya. Pahanya direntangkannya.
Terlihat betapa mulus putih dan bersih. Diantara bulu halus
di selangkangannya, terlihat lubang vagina yang mungil. Aku
telah berada di antara pahanya. Exocet-ku telah siap
meluncur. Nana memandangiku penuh harap.
“Cepat Mas, cepat..”
“Sabar Nana. Kamu harus benar-benar terangsang,
Sayang…”
Namun tampaknya Nana tak sabar. Belum pernah kulihat
perempuan sekasar Nana. Dia tak ingin dicumbui dulu
sebelum dirasuki penis pasangannya. “Cepat Mas…” ajaknya
lagi. Kupenuhi permintaannya, kutempelkan ujung penisku di
permukaan lubang vaginanya, kutekan perlahan tapi sungguh
amat sulit masuk, kuangkat kembali namun Nana justru
mendorongkan pantatku dengan kedua belah tangannya.
Pantatnya sendiri didorong ke arah atas. Tak terhindarkan,
batang penisku bagai membentur dinding tebal. Namun
Nana tampaknya ingin main kasar. Aku pun, meski belum
terangsang benar, kumasukkan penisku sekuat dan
sekencangnya. Meski perlahan dapat memasukirongga
vaginanya, namun terasa sangat sesak, seret, panas, perih
dan sulit. Nana tidak gentar, malah menyongsongnya penuh
gairah.
“Jangan paksakan, Sayang..” pintaku.
“Terus. Paksa, siksa aku. Siksa… tusuk aku. Keras… keras
jangan takut Mas, terus..” Dan aku tak bisa menghindar.
Kulesakkan keras hingga separuh penisku telah masuk. Nana
menjerit, “Aouwww.. sedikit lagi..” Dan aku menekannya
kuat-kuat. Bersamaan dengan itu terasa ada yang mengalir
dari dalam vagina Nana, meleleh keluar. Aku melirik, darah…
darah segar. Nana diam. Nafasnya terengah-engah. Matanya
memejam. Aku menahan penisku tetap menancap. Tidak
turun, tidak juga naik. Untuk mengurangi ketegangannya,
kucari ujung puting Nana dengan mulutku. Meski agak
membungkuk, aku dapat mencapainya. Nana sedikit
berkurang ketegangannya.
Beberapa saat kemudian ia memintaku memulai aktivitas.
Kugerakkan penisku yang hanya separuh jalan, turun naik dan
Nana mulai tampak menikmatinya. Pergerakan konstan itu
kupertahankan cukup lama. Makin lama tusukanku makin
dalam. Nana pasrah dan tidak sebuas tadi. Ia menikmati
irama keluar masuk di liang kemaluannya yang mulai basah
dan mengalirkan cairan pelicin. Nana mulai bangkit gairahnya
menggelinjang dan melenguh dan pada akhirnya menjerit
lirih, “Uuuhh.. Mas… uhhh… enaakkkk.. enaaakkk… Terus…
aduh… ya ampun enaknya..” Nana melemas dan terkulai.
Kucabut penisku yang masih keras, kubersihkan dengan
bajuku. Aku duduk di samping Nana yang terkulai.
“Nana, kenapa kamu?”
“Lemas, Mas. Kamu amat perkasa.”
“Kamu juga liar.”
Nana memang sering berhubungan dengan laki-laki. Namun
belum ada yang berhasil menembus keperawanannya karena
selaput daranya amat tebal. Namun perkiraanku, para lelaki
akan takluk oleh garangnya Nana mengajak senggama tanpa
pemanasan yang cukup. Gila memang anak itu, cepat panas.
Sejak kejadian itu, Nana selalu ingin mengulanginya. Namun
aku selalu menghindar. Hanya sekali peristiwa itu kami ulangi
di sebuah hotel sepanjang hari. Nana waktu itu kesetanan
dan kuladeni kemauannya dengan segala gaya. Nana
mengaku puas.
Setelah lulus, Nana menikah dan tinggal di Palembang. Sejak
itu tidak ada kabarnya. Dan, ketika pulang ke Yogya bersama
anaknya, aku berjumpa di rumah bude.
“Mas Danu, mau nyoba lagi?” bisiknya lirih.
Aku hanya mengangguk.
“Masih gede juga?” tanyanya menggoda.
“Ya, tambah gede dong.”
Dan malamnya, aku menyambangi di hotel tempatnya
menginap. Pertarungan pun kembali terjadi dalam posisi
sama-sama telah matang.
“Mas Danu, Mbak Tari sudah bisa dipakai belum?” tanyanya.
“Belum, dokter melarangnya,” kataku berbohong.
Dan, Nana pun malam itu mencoba melayaniku hingga kami
sama-sama terpuaskan.
More aboutCerita Dewasa | Cerita Sex Ngentot Putri Sulung

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Senin 20 Oktober 2014

Diposkan oleh THE JHOMS on Friday, October 17, 2014

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Senin 20 Oktober 2014, Prediksi togelPrediksi togel hari iniPrediksi angka jitu togelRamalan togel, semua bisa agan dapatkan disini.

Buat agan-agan yang ingin share atau berbagi info prediksi togel hari ini senin 20 oktober 2014 silakan meninggalkan komentar agan pada komentar di bawah. Kira-kira berapa angka yang akan keluar hari ini menurut perhitungan dan prediksi togel agan. Tetap semangat dalam berfikir dan semoga sukses selalu.

Angka ikut untuk Kepala, Ekor, Colok bebas jitu prediksi togel: 3849, Colok Bebas Jitu: 3
More aboutPrediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Senin 20 Oktober 2014

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Minggu 19 Oktober 2014

Diposkan oleh THE JHOMS

Prediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Minggu 19 Oktober 2014, Prediksi togelPrediksi togel hari iniPrediksi angka jitu togelRamalan togel, semua bisa agan dapatkan disini.

Buat agan-agan yang ingin share atau berbagi info prediksi togel hari ini minggu 19 oktober 2014 silakan meninggalkan komentar agan pada komentar di bawah. Kira-kira berapa angka yang akan keluar hari ini menurut perhitungan dan prediksi togel agan. Tetap semangat dalam berfikir dan semoga sukses selalu.

Angka ikut untuk Kepala, Ekor, Colok bebas jitu prediksi togel: 3415, Colok Bebas Jitu: 1
More aboutPrediksi Togel Hari Ini Singapore 2D, 3D, 4D Minggu 19 Oktober 2014